Kumpulan Puisi - Puisi Wacana Mahasiswa
Kumpulan Puisi - Puisi Wacana Mahasiswa - Hallo sahabat coincryptogratis, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Kumpulan Puisi - Puisi Wacana Mahasiswa, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan
Artikel Aneka-Puisi,
Artikel Puisi-Kritik-Sosial, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.
Judul : Kumpulan Puisi - Puisi Wacana Mahasiswa
link : Kumpulan Puisi - Puisi Wacana Mahasiswa

Karena Mahasiswa merupakan kaum intelektual sudah sepatutnya kiprah Mahasiswa memperlihatkan teladan yang baik kepada masyarakat, sebagaimana mereka menyandang kata intelektual yang artinya orang-orang mempunyai kecerdasan tinggi dan selalu berpikir jernih menurut ilmu pengetahuan, Untuk memperlihatkan solusi dan memecahkan permasalahan yang dialami masyarakat. Bukan memperlihatkan teladan mirip yang sering kita saksaikan dilayar beling diantara oknum Mahasiswa menciptakan kekacauan yang merugikan masyarakat.
Dan berkaitan dengan Mahasiswa, puisi-puisi yang diupdate di kesempatan ini merupakan kumpulan puisi Mahasiswa yang artinya puisi-pusi yang menceritakan dan membahasa perihal kegiatan yang berkaitan dengan Mahasiswa.
Delapan koleksi puisi Mahasiswa membahasa dan menceritakan perihal hal-hal yang berkaitan dengan Mahasiswa, Bagaimana kisah mahasiswa dalam bait-bait kumpulan puisi mahasiswa tersebut, untuk lebih jelasnya disimak saja puisinya berikut ini.
Aku Mahasiswa
Aku mahasiswa
Dan saya masih jauh dari kata orang orang
yang menyampaikan mahasiswa itu yaitu kala perubahan
Aku kurang dalam segala hal
Aku Mahasiswa
Dan saya masih selalu diam
Diam melihat kerancuan yang terjadi pada negara ini
Aku sadar, saya sadar, dan saya sadar
Tapi saya masih diam
Aku mahasiswa
Aku butuh belajar, tapi saya belum kenyang
Aku harus berguru tapi wadahku kurang
Aku butuh berguru tapi, Aku Siapaaaa?
Dan Aku mahasiswa
Suara ku yaitu teriakan rakyat
Gerakan ku yaitu santunan rakyat
Langkahku untuk perubahan negara ini
Tapi Aku Mahasiswa dan saya bisanya apa?
POTRET BURAM DEMOKRASI
Perjuangan dalam koridor kebangsaan
Organisasi mahasiswa unjuk rasa dijalanan
Tuntut kesejahteraan serta keadilan
Rendahnya toleran dalam alam kebebasan
Ekspektasi junjung nilai budaya bumi pertiwi
Tolak kebijakan yang anti hati nurani
Bangun kembali kedaulatan negeri kami
Untuk mewujudkan demokrasi arti sejati
Roda kehidupan terus berjalan
Apakah kita menentukan stagnan
Macet dalam persimpangan jalan
Dusta cecunguk usah pertahankan
Elemen bangsa semua duduk semeja
Memecahkan bersama problem bangsa
Obsesi eksklusif dan golongan usah mengemuka
Karena hanya menyebabkan dilema akhirnya
Raih kemerdekaan dalam genggaman
Atas nama rakyat negeri idaman
Songsong esok hari sarat harapan
Impian anak bangsa menuju kejayaan
Back to list title puisi mahasiswa ↑
Puisi Mahasiswa
Kami bersuara katanya membangkang
Nasib kami diancam di ujung pena sang dekan
Suara kami dibungkam
Alasan takut kami bertindak makar
Mahasiswa
Kami bersuara bunyi keadilan
Pikiran kami masih pancasila
Bagaimana mungkin kami bertindak makar
Jika hati kami terlampau cinta pemerintahan
Mahasiswa
Cinta yg kami miliki memang asing
Bukan diwakili cincin atau mawar mirip mahasiswa alay
Cinta kami sering dianggap anarki
Karna cinta yang kami beri berupa bunyi ideologi .
Aktivis tidak Anarkis
PUISI MAHASISWA
Hanya Seorang Mahasiswa
Terduduk dalam membisu ku tunggu hadirmu
Sudah tak terhitung berapa kali kita tak bertemu
Rugikah saya dengan pengorbanan ku
Atau engkau memang tak mau menenui ku
Masih melamun di lorong kelas
Masih berharap dirimu tiba menenui ku
Terbalut dengan kecemasan atas hadir mu
Berkutat dengan seribu perasangka di kepalaku
Catatan darimu mengukuhkan keyakinan ku
Entah wacana itu palsu atau faktual pun saya tak tau
Kenapa haya saya yang merasa masih menunggu mu
Semua bebas untuk pergi dan berlalu
Tapi hanya saya yang yakin akan hadir mu
Tapi kenyataannya kamu tak tiba siang itu
Wacanamu hanya omong kosong penghias pilu
Saat ku sadar hanya menungu dan menunggu
Kini ku tau kelas ini kosong untuk kesekiankali
Dosenku, kamu hanya semakin menciptakan ku kecewa
Menambah nestapa pada jiwa
Harapan palsu selalu kamu berikan percuma
Aku sudah muak dan putus asa
Untuk kesekian kalinya ku tertipu oleh anda
Dan sekarang saya hanya pasrah pada dilema
Tugas segunung semeru ku kerjakan sia-sia
Terbuang percuma kertas-kertas putih tak ternoda
Hanya untuk bisa memuaskan diri anda
Sekali lagi saya kecewa
Bersama buntut-buntutku yang mengiba
Kami mirip tak pernah dianggap
Oleh para jajaran tinggi di dingklik kuliah
Percuma ku usahakan lagi semua
Kami memang tak pernah dipercaya
Permintaan Sederhanaku (Rakyat pinggiran)
Para mahasiswa kian terlelap
Dalam ruangan AC mereka serupa mayat-mayat
Warung kopi dijadikan daerah siasat
Bukan lagi wadah memonitor rakyat
Tak ada lagi yang mendengar tangisan di bawah pantat jembatan
Tak ada lagi yang melihat ceceran darah di antara limbah-limbah kota
Tak ada lagi yang peduli jejeran kepala yang menggantung diri di pinggir trotoar jalan raya
Bangunlah!
Bangunlah!
Bangunlah
Wahai distributor perubahan
Mengapa kamu temaniku dalam ketakutan
Mengapa tak kamu bimbing saya pada keberanian
Jika kamu tak tau membaca jalan
Pada siapa kami berpasrah badan
Jika kamu tak bisa mencarikan jawaban
Lalu, air mata mana lagi yang mesti kami korbankan
Bangunlah
Bangunlah
Bangunlah!
Wahai ksatria-ksatria masa depan
Kenapa kamu terlalu berkutat dengan nilai
Sedangkan kiprah besarmu terbengkalai
Haruskah menunggu kami menjadi bangkai
Apakah kamu tak pintar membaca keadaan
Ataukah memang sengaja tak memperhatikan
Back to list title puisi mahasiswa ↑
SAJAK MAHASISWA
Baiklah saya berkubu
Menghadapi pertarungan hari untuk kemerdekaan langkah,
Biarpun langit-langit membeku,
Semasa ladangku membuka
Birpulalah gelap sembunyi rupa
Sewaktu lilin-lilin ku padam tertiup angin,
Tetapi keyakinan ku yang sanggup membuka tingkap-tingkap rahasia,
Adegan tanpa tamat,
Pertunjukkan negeri-negeri impian,
Pengembaraan, petualangan, di dalam kitab para Nabi,
Ribuan malam terbunuh,
Ungkapan sederhana pelaris suka,
Semua rasa yang berlaga terperangkap dalam gelas-gelas puisi,
Aku tuang pula setiap ketika tuk membasahi kemarau dadaku,
Ah, biarlah kiranya masa memangsa,
Tetapi dalam baris-baris sajakku
Kalian tak akan menyangkali keperihanku,
Jerih yang kutambatkan di pelukan bumi
Kalian tak akan mengkhianati ketulusanku.
Semua biru yang melaut dalam dasar-dasar sukamaku,
Rumput yang menghijau di perbukitan,
Daun yang melambai tanpa angin pada ketika hujan berhenti menangis,
Debu yang menempel pada cawan-cawan perjamuan, disingkirkan tiupan manis,
Semua praktik perkataan,
Hubungan timbal balik, atau bahkan balik timpa,
Aku melihat ketangguhan seorang Ibu di Rohingya ketika menggendong berlari menyelamatkan ribuan masa depan dari tentara Nyanmar,
Aku pun telah melihat keperkasaan seorang ayah di Suriah ketika memanggul anak-anaknya mengungsi,
saya makin giatkan tangan menulis penderitaan kalian,
Sudah kucetak menjadi bingkai membungkus gambar realitas di perpustakaan.
Kalian sudah mengujinya dengan kriteria kebenaran tulis dan lisanku.
Terimakasih.
Ayah Ibu tunggu saya kembali...
KENANGAN DEMONSTRASI MAHASISWA 1998
Krisis moneter marajelala
Harga-harga melambung tinggi
Hidup susah dimana-mana
Kelaparan tak tertahan-tahan
Langit Jakarta mendung kelabu
seolah angin kencang akan melanda
Hiruk pikuk insan di pasar-pasar
Teriak jarah, rampok, bakar bergelora di toko-toko
kebakaran disepanjang jalan
Asap membumbumg ke angkasa
Orang-orang bermata sipit bergidit ketakutan
lihat manusia-manusia kesetanan
Jalan mecekam saya terpana
Dalam agresi demo di Ply over senayan
Ribuan mahasiswa tumpah ruah di jalan-jalan
Mengarah ke gedung wakil-wakil rakyat
Demontrasi tuntut sang penguasa turun
Teriakan membahana diiringi rentatan mesin-mesin perang
menyerupai gempa tsunami dahsyat di tanah rencong
Tiba-tiba suara-suara didepan mengema
Provakator, provakator, provakator
Tangkap, tangkap,tangkap
Dalam teriakan histeris, saya dibawah todongan senjata
tangan terbelenggu diiringi tentara-tentara dengan mata merah
laksana orang-orang kehausan darah
Dengan jeep terbuka saya dibawa ke Polda Metro Jaya
Jiwa di penjara, raga dalam terali besi
tak ada lagi kata-kata orasi
diberi makan nasi campur terasi
demi usaha untuk reformasi
O Aktifis Mahasiswa
Hidupmu dalam derita
Suaramu membahana dimana-mana
Jiwamu hilang tak masaalah
Asal reformasi tumbuh sempurna
Dari istana, gosip bahagia
Sang penguasa mundur dari tahta
Gegap gempita rakyat di mana-mana
Aku bebas, Merdeka
O Aktifis Mahasiswa
Suaramu mengema sepanjang masa
Terukir indah tertulis rapih dalam sejarah bangsa.
Aku gembira jadi aktifis mahasiswa
Back to list title puisi mahasiswa ↑
Dan Berikut ini bonus puisi Mahasiswa, dari Najwa Sihab, seorang wartawan yang kemudian menjadi presenter TV. yang dikenal sebagai sosok yang kritis dan selalu mempunyai pertanyaan yang menyelidik terhadap para bintang tamunya, diacara yang beliau pandu.
PUISI MAHASISWA
Mahasiswa masa kini
Menjadikan lembaga diskusi
Sebagai ajang pamer intelegensi
Menjatuhkan yang lain demi meninggikan gengsi
Hobinya mengkritisi
Tapi tak sanggup berkontribusi
Berlagak politisi
Tapi masih ciut dihadapan birokrasi
Banyak menjadi mahasiswa wifi
Yang membisu dan bungkam dijejal koneksi
Belajar jujur dikata individualis
Tak memberi contekkan katanya tak etis
Open brain tanpa open internet dibilang tak realistis
Miris..
Mahasiswa terlalu terambung IPK
Huruf dan Angka yang masih dianggap simbol bahwa ia bisa
Tak peduli hasil dari mana
Asal bisa menerima A
Tak peduli rakyatnya lapar
Harga kebutuhan dikendalikan pasar
Teriakan mahasiswa tiada terdengar
Mereka diruangan berAC 'katanya' sedang belajar
Mahasiswa kekinian
Titip mangkir dianggap simbol setia kawan
Tak ada motivasi berguru membenahi tatanan
Kuliah asal cukup kehadiran
Masa bodo rakyat menderita asal mereka duduk nyaman
Mahasiswa!
Agen perubahan katanya
Akbarkan sumpah mahasiswa beserta makna
Jangan hanya mengejar IPK
Rakyat tak butuh angka
Mereka perlu agresi nyata
Demikianlah kumpulan puisi puisi perihal Mahasiswa, baca juga puisi- puisi krtik di blog puisi dan kata bijak, semoga kumpulan puisi Mahasiswa yang diupdate di kesempatan ini, sanggup meghibur dan bermanfaat, bagi pembaca sekalian.
Anda sekarang membaca artikel Kumpulan Puisi - Puisi Wacana Mahasiswa dengan alamat link https://coincryptofast.blogspot.com/2018/01/kumpulan-puisi-puisi-wacana-mahasiswa.html
Judul : Kumpulan Puisi - Puisi Wacana Mahasiswa
link : Kumpulan Puisi - Puisi Wacana Mahasiswa
Kumpulan Puisi - Puisi Wacana Mahasiswa
Kumpulan puisi puisi perihal Mahasiswa. Berdasarkan defenisi Mahasiswa yaitu sebutan bagi orang yang sedang menempuh pendidikan tinggi di sebuah perguruan tinggi yang terdiri atas sekolah tinggi, akademi, dan yang paling umum yaitu universitas. Seorang yang menyandang gelar Mahasiswa merupakaan suatu pujian sekaligus tantangan dengan kelebihan yang dimilikinya alasannya yaitu mereka berada sedikit diatas masyarakat umum sebagai distributor perubahan yang harus bisa memperlihatkan solusi bagi permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat tanpa berpihak pada satu golongan.Karena Mahasiswa merupakan kaum intelektual sudah sepatutnya kiprah Mahasiswa memperlihatkan teladan yang baik kepada masyarakat, sebagaimana mereka menyandang kata intelektual yang artinya orang-orang mempunyai kecerdasan tinggi dan selalu berpikir jernih menurut ilmu pengetahuan, Untuk memperlihatkan solusi dan memecahkan permasalahan yang dialami masyarakat. Bukan memperlihatkan teladan mirip yang sering kita saksaikan dilayar beling diantara oknum Mahasiswa menciptakan kekacauan yang merugikan masyarakat.
Dan berkaitan dengan Mahasiswa, puisi-puisi yang diupdate di kesempatan ini merupakan kumpulan puisi Mahasiswa yang artinya puisi-pusi yang menceritakan dan membahasa perihal kegiatan yang berkaitan dengan Mahasiswa.
Kumpulan Puisi - Puisi Tentang Mahasiswa
Puisi mahasiswa yang diupdate ini menceritakan aneka macam hal dalam kehidupan Mahasiswa, dan hal hal yang di lakukan Mahasiswa, Seperti kritik pemerintah, kiriti sosial dan lain-lain, adapun masing masing judul puisi dengan tema puisi Mahasiwa diantaranya:Delapan koleksi puisi Mahasiswa membahasa dan menceritakan perihal hal-hal yang berkaitan dengan Mahasiswa, Bagaimana kisah mahasiswa dalam bait-bait kumpulan puisi mahasiswa tersebut, untuk lebih jelasnya disimak saja puisinya berikut ini.
Aku Mahasiswa
Oleh: Khaerul S Abbas
Aku mahasiswa Dan saya masih jauh dari kata orang orang
yang menyampaikan mahasiswa itu yaitu kala perubahan
Aku kurang dalam segala hal
Aku Mahasiswa
Dan saya masih selalu diam
Diam melihat kerancuan yang terjadi pada negara ini
Aku sadar, saya sadar, dan saya sadar
Tapi saya masih diam
Aku mahasiswa
Aku butuh belajar, tapi saya belum kenyang
Aku harus berguru tapi wadahku kurang
Aku butuh berguru tapi, Aku Siapaaaa?
Dan Aku mahasiswa
Suara ku yaitu teriakan rakyat
Gerakan ku yaitu santunan rakyat
Langkahku untuk perubahan negara ini
Tapi Aku Mahasiswa dan saya bisanya apa?
POTRET BURAM DEMOKRASI
Karya : Aan Wahyudinata
Perjuangan dalam koridor kebangsaanOrganisasi mahasiswa unjuk rasa dijalanan
Tuntut kesejahteraan serta keadilan
Rendahnya toleran dalam alam kebebasan
Ekspektasi junjung nilai budaya bumi pertiwi
Tolak kebijakan yang anti hati nurani
Bangun kembali kedaulatan negeri kami
Untuk mewujudkan demokrasi arti sejati
Roda kehidupan terus berjalan
Apakah kita menentukan stagnan
Macet dalam persimpangan jalan
Dusta cecunguk usah pertahankan
Elemen bangsa semua duduk semeja
Memecahkan bersama problem bangsa
Obsesi eksklusif dan golongan usah mengemuka
Karena hanya menyebabkan dilema akhirnya
Raih kemerdekaan dalam genggaman
Atas nama rakyat negeri idaman
Songsong esok hari sarat harapan
Impian anak bangsa menuju kejayaan
Back to list title puisi mahasiswa ↑
Puisi Mahasiswa
Oleh: Ivan Sinaga
Kami bersuara katanya membangkang Nasib kami diancam di ujung pena sang dekan
Suara kami dibungkam
Alasan takut kami bertindak makar
Mahasiswa
Kami bersuara bunyi keadilan
Pikiran kami masih pancasila
Bagaimana mungkin kami bertindak makar
Jika hati kami terlampau cinta pemerintahan
Mahasiswa
Cinta yg kami miliki memang asing
Bukan diwakili cincin atau mawar mirip mahasiswa alay
Cinta kami sering dianggap anarki
Karna cinta yang kami beri berupa bunyi ideologi .
Aktivis tidak Anarkis
PUISI MAHASISWA
Oleh: Wafa Rezpecto
Hanya Seorang MahasiswaTerduduk dalam membisu ku tunggu hadirmu
Sudah tak terhitung berapa kali kita tak bertemu
Rugikah saya dengan pengorbanan ku
Atau engkau memang tak mau menenui ku
Masih melamun di lorong kelas
Masih berharap dirimu tiba menenui ku
Terbalut dengan kecemasan atas hadir mu
Berkutat dengan seribu perasangka di kepalaku
Catatan darimu mengukuhkan keyakinan ku
Entah wacana itu palsu atau faktual pun saya tak tau
Kenapa haya saya yang merasa masih menunggu mu
Semua bebas untuk pergi dan berlalu
Tapi hanya saya yang yakin akan hadir mu
Tapi kenyataannya kamu tak tiba siang itu
Wacanamu hanya omong kosong penghias pilu
Saat ku sadar hanya menungu dan menunggu
Kini ku tau kelas ini kosong untuk kesekiankali
Dosenku, kamu hanya semakin menciptakan ku kecewa
Menambah nestapa pada jiwa
Harapan palsu selalu kamu berikan percuma
Aku sudah muak dan putus asa
Untuk kesekian kalinya ku tertipu oleh anda
Dan sekarang saya hanya pasrah pada dilema
Tugas segunung semeru ku kerjakan sia-sia
Terbuang percuma kertas-kertas putih tak ternoda
Hanya untuk bisa memuaskan diri anda
Sekali lagi saya kecewa
Bersama buntut-buntutku yang mengiba
Kami mirip tak pernah dianggap
Oleh para jajaran tinggi di dingklik kuliah
Percuma ku usahakan lagi semua
Kami memang tak pernah dipercaya
Permintaan Sederhanaku (Rakyat pinggiran)
ﺍَﺣْﻤَﺪ ﻧُﻮﺭ َﻓَﺨْﺮِﻯ
Para mahasiswa kian terlelap Dalam ruangan AC mereka serupa mayat-mayat
Warung kopi dijadikan daerah siasat
Bukan lagi wadah memonitor rakyat
Tak ada lagi yang mendengar tangisan di bawah pantat jembatan
Tak ada lagi yang melihat ceceran darah di antara limbah-limbah kota
Tak ada lagi yang peduli jejeran kepala yang menggantung diri di pinggir trotoar jalan raya
Bangunlah!
Bangunlah!
Bangunlah
Wahai distributor perubahan
Mengapa kamu temaniku dalam ketakutan
Mengapa tak kamu bimbing saya pada keberanian
Jika kamu tak tau membaca jalan
Pada siapa kami berpasrah badan
Jika kamu tak bisa mencarikan jawaban
Lalu, air mata mana lagi yang mesti kami korbankan
Bangunlah
Bangunlah
Bangunlah!
Wahai ksatria-ksatria masa depan
Kenapa kamu terlalu berkutat dengan nilai
Sedangkan kiprah besarmu terbengkalai
Haruskah menunggu kami menjadi bangkai
Apakah kamu tak pintar membaca keadaan
Ataukah memang sengaja tak memperhatikan
Back to list title puisi mahasiswa ↑
SAJAK MAHASISWA
Oleh: Kornelis Emang
Baiklah saya berkubuMenghadapi pertarungan hari untuk kemerdekaan langkah,
Biarpun langit-langit membeku,
Semasa ladangku membuka
Birpulalah gelap sembunyi rupa
Sewaktu lilin-lilin ku padam tertiup angin,
Tetapi keyakinan ku yang sanggup membuka tingkap-tingkap rahasia,
Adegan tanpa tamat,
Pertunjukkan negeri-negeri impian,
Pengembaraan, petualangan, di dalam kitab para Nabi,
Ribuan malam terbunuh,
Ungkapan sederhana pelaris suka,
Semua rasa yang berlaga terperangkap dalam gelas-gelas puisi,
Aku tuang pula setiap ketika tuk membasahi kemarau dadaku,
Ah, biarlah kiranya masa memangsa,
Tetapi dalam baris-baris sajakku
Kalian tak akan menyangkali keperihanku,
Jerih yang kutambatkan di pelukan bumi
Kalian tak akan mengkhianati ketulusanku.
Semua biru yang melaut dalam dasar-dasar sukamaku,
Rumput yang menghijau di perbukitan,
Daun yang melambai tanpa angin pada ketika hujan berhenti menangis,
Debu yang menempel pada cawan-cawan perjamuan, disingkirkan tiupan manis,
Semua praktik perkataan,
Hubungan timbal balik, atau bahkan balik timpa,
Aku melihat ketangguhan seorang Ibu di Rohingya ketika menggendong berlari menyelamatkan ribuan masa depan dari tentara Nyanmar,
Aku pun telah melihat keperkasaan seorang ayah di Suriah ketika memanggul anak-anaknya mengungsi,
saya makin giatkan tangan menulis penderitaan kalian,
Sudah kucetak menjadi bingkai membungkus gambar realitas di perpustakaan.
Kalian sudah mengujinya dengan kriteria kebenaran tulis dan lisanku.
Terimakasih.
Ayah Ibu tunggu saya kembali...
KENANGAN DEMONSTRASI MAHASISWA 1998
Oleh: Abdi Wahab
Krisis moneter marajelalaHarga-harga melambung tinggi
Hidup susah dimana-mana
Kelaparan tak tertahan-tahan
Langit Jakarta mendung kelabu
seolah angin kencang akan melanda
Hiruk pikuk insan di pasar-pasar
Teriak jarah, rampok, bakar bergelora di toko-toko
kebakaran disepanjang jalan
Asap membumbumg ke angkasa
Orang-orang bermata sipit bergidit ketakutan
lihat manusia-manusia kesetanan
Jalan mecekam saya terpana
Dalam agresi demo di Ply over senayan
Ribuan mahasiswa tumpah ruah di jalan-jalan
Mengarah ke gedung wakil-wakil rakyat
Demontrasi tuntut sang penguasa turun
Teriakan membahana diiringi rentatan mesin-mesin perang
menyerupai gempa tsunami dahsyat di tanah rencong
Tiba-tiba suara-suara didepan mengema
Provakator, provakator, provakator
Tangkap, tangkap,tangkap
Dalam teriakan histeris, saya dibawah todongan senjata
tangan terbelenggu diiringi tentara-tentara dengan mata merah
laksana orang-orang kehausan darah
Dengan jeep terbuka saya dibawa ke Polda Metro Jaya
Jiwa di penjara, raga dalam terali besi
tak ada lagi kata-kata orasi
diberi makan nasi campur terasi
demi usaha untuk reformasi
O Aktifis Mahasiswa
Hidupmu dalam derita
Suaramu membahana dimana-mana
Jiwamu hilang tak masaalah
Asal reformasi tumbuh sempurna
Dari istana, gosip bahagia
Sang penguasa mundur dari tahta
Gegap gempita rakyat di mana-mana
Aku bebas, Merdeka
O Aktifis Mahasiswa
Suaramu mengema sepanjang masa
Terukir indah tertulis rapih dalam sejarah bangsa.
Aku gembira jadi aktifis mahasiswa
Back to list title puisi mahasiswa ↑
Dan Berikut ini bonus puisi Mahasiswa, dari Najwa Sihab, seorang wartawan yang kemudian menjadi presenter TV. yang dikenal sebagai sosok yang kritis dan selalu mempunyai pertanyaan yang menyelidik terhadap para bintang tamunya, diacara yang beliau pandu.
PUISI MAHASISWA
Oleh: Najwa Sihab-
Mahasiswa masa kiniMenjadikan lembaga diskusi
Sebagai ajang pamer intelegensi
Menjatuhkan yang lain demi meninggikan gengsi
Hobinya mengkritisi
Tapi tak sanggup berkontribusi
Berlagak politisi
Tapi masih ciut dihadapan birokrasi
Banyak menjadi mahasiswa wifi
Yang membisu dan bungkam dijejal koneksi
Belajar jujur dikata individualis
Tak memberi contekkan katanya tak etis
Open brain tanpa open internet dibilang tak realistis
Miris..
Mahasiswa terlalu terambung IPK
Huruf dan Angka yang masih dianggap simbol bahwa ia bisa
Tak peduli hasil dari mana
Asal bisa menerima A
Tak peduli rakyatnya lapar
Harga kebutuhan dikendalikan pasar
Teriakan mahasiswa tiada terdengar
Mereka diruangan berAC 'katanya' sedang belajar
Mahasiswa kekinian
Titip mangkir dianggap simbol setia kawan
Tak ada motivasi berguru membenahi tatanan
Kuliah asal cukup kehadiran
Masa bodo rakyat menderita asal mereka duduk nyaman
Mahasiswa!
Agen perubahan katanya
Akbarkan sumpah mahasiswa beserta makna
Jangan hanya mengejar IPK
Rakyat tak butuh angka
Mereka perlu agresi nyata
Demikianlah kumpulan puisi puisi perihal Mahasiswa, baca juga puisi- puisi krtik di blog puisi dan kata bijak, semoga kumpulan puisi Mahasiswa yang diupdate di kesempatan ini, sanggup meghibur dan bermanfaat, bagi pembaca sekalian.
Demikianlah Artikel Kumpulan Puisi - Puisi Wacana Mahasiswa
Sekianlah artikel Kumpulan Puisi - Puisi Wacana Mahasiswa kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.
Anda sekarang membaca artikel Kumpulan Puisi - Puisi Wacana Mahasiswa dengan alamat link https://coincryptofast.blogspot.com/2018/01/kumpulan-puisi-puisi-wacana-mahasiswa.html
Belum ada Komentar untuk "Kumpulan Puisi - Puisi Wacana Mahasiswa"
Posting Komentar