# Kumpulan Puisi Hero Update
# Kumpulan Puisi Hero Update - Hallo sahabat coincryptogratis, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul # Kumpulan Puisi Hero Update, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan
Artikel Aneka-Puisi,
Artikel Puisi-Indonesia,
Artikel Puisi-Kemerdekaan,
Artikel Puisi-Pahlawan, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.
Judul : # Kumpulan Puisi Hero Update
link : # Kumpulan Puisi Hero Update

Sebagaimana pengertian pendekar secara umum seseorang yang dari dirinya menghasilkan sesuatu yang berkualitas bagi bangsa, negara, serta agama dan sanggup di kenang, dalam artian orang yg menonjol lantaran keberaniannya serta pengorbanannya didalam membela kebenaran, atau pejuang yg gagah berani. jadi pendekar bukan hanya yang berjuang untuk meraih kemerdekaan indonesia ketika itu namun pendekar sanggup juga di semat kepada orang yang berjasa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, dan inilah yang jadi tema puisi pendekar pada kesempatan ini.
Dan pada umunya Sifat-sifat pendekar itu banyak macam, ibarat pendekar kemerdekaan pendekar tanda jasa, pendekar pendidikan, dan lain sebagainya, pada dasarnya dari pendekar yakni seseorang yang berani berkorban dan mengabdi tanpa pamrih, hanya untuk kepentingan negara dan orang banyak.
Seseorang yang berjiwa pendekar yakni mereka yang yang mengedepankan kepentingan umum di atas kepentingan langsung atau golongan. beliau seorang yang tidak egois dan tidak mempunyai sifat egois.
Sembilan koleksi puisi pendekar yang bisa menjadi pola puisi bagai pembaca yang ini menulis puisi ihwal pahlawan, Bagaimana dongeng ihwal phalawan pada sembilan yang diupdate ini, selegkapnya disimak saja berikut ini.
Puisi Karmina Senja
sambal terasi urab kecipir
kurang berhati kerap mencibir
Palagan Ambarawa kenangan juang
Pahlawan kita janganlah terbuang
makan bakso di mendung senja
jangan termangu kasih tak jumpa
Ronggolawe, satria gagah berani
ape lu kate, aye nggak ngerti
mendung memang kan hujan
lagi galau diri cari jajanan
AL:05.11.2015
Puisi Kami Menentang
Kami menentang
Darah kami terpanggang
Dalam kesengsaraan, penindasaan serta pembÊŒntaian
Biar luka kami papah hingga tiba kami katakan 'merdeka'
Di hari merdeka nanti, kami ingin meneteskan air mata
Jatuh bersimpah bersama darah kering
Terbungkus do'a yang teramat paling
Dari kami yang menentang
Pada kesengsaraan, penindasan serta pembÊŒntaian
Kami ingin memperlihatkan hormat
Dengan teguh, damai dan hikmat
Kepada teman kami yang wafat
Jauh sebelum mereka bangkit dengan gagah dan hormat
Teruskan perjuangan
Biar darah terpanggang
Sekali menentang
Kami harus melawan
Lawan dan lawan
Tegal, 7 Nov 2015. Back to list title puisi pendekar ↑
Puisi Kubertanya Pada Angin
Apakah ?
Bangsaku sudah hilang rasa
Mentalitasnya hanya peminta-minta
Berkeluh kesah seolah tiada berdaya
Padahal tubuhnya gagah perkasa
Apakah ?
Daya ingatnya tertelan masa hidup hanya mendekap angan semata
Segan untuk berkarya nyata
Hingga semua menjadi siasia
Apakah ?
Bangsaku hanya bisa bicara
Dalam mencari salah untuk mencela
Membahas hanya sebuah wacana
Yang alhasil mendatangkan bencana
Sedang masih banyak ruang hampa
Untuk mereka isi bersama
Agar menghasilkan karya nyata
Apakah ?
Begitu mudahnya terpecah belah
Hanya lantaran hidupnya berkurang indah
Padahal begitu banyak nikmat tercurah
Untuk saling menyebarkan Berkah
Apakah ?
Bangsaku lupa jasa-jasa pahlawan
Dahulu mereka menyeru ' tuk bergandengan tangan
Agar bangsa ini tetap pada kejayaan
Memegang teguh nilai sebuah kemerdekaan
Apakah ?
Kebersamaan harus hancur di tengah jalan
Setelah pendekar berkorban dalam perjuangan
Dan kejayaan menjadi sebuah ke sia-sia an
Apakah ?
Hanya keburukan yang mereka lihat
Hingga selalu menghujat
Dalam pola pikir muslihat
Tanpa ada sedikit pun maslahat
Tiadakah rasa untuk mensyukuri nikmat
Wahai angin....
Betapa banyak pertanyaan
Yang ingin saya sampaikan
Terserak untuk mencari jawaban
Dan sebuah kebangsaan yakni sebuah harapan
Menuju kejayaan
Indonesia raya
Jkt Oktober 2015
PUISI GARUDAKU
tajam mata tikam angkasa
lepas bebas mencacah waktu
mencotok asa
anyir teratai di telaga puri
yakni mimpi yang tertunda
dari berjuta nestapa
terkam sergap
elang berlagak pejuang
gagak berlagak pahlawan
terbang terbanglah tinggi wahai
garudaku
pantang surut berjibaku
menantang malam
memangsa bulan
tunjukkan pada macan tutul
macan loreng
macan kumbang
ada raja bergelar di angkasa raya
Puisi Kawanku Sedunia
Kita Kembali memperingati..
Hari Pahlawan Bumi Pertiwi..
Mari Berdoa pada sang Ilahi..
Bahagia mereka di Alam Surgawi..
Dalam tangis darah mereka..
Kita bisa #Hidup dengan bahagia.
Dalam Perjuangan mereka kita bisa Merdeka..
Dalam Pengorbanan mereka terlahirnya Nusantara..
Kini Bisakah kita mengisinya..
Majukan Bangsa tunjukan pada Dunia..
Membuktikan apa yang dicita2kan mereka..
Tak sekedar mimpi yang tak pernah menjadi nyata.
Back to list title puisi pendekar ↑
PUISI UNTUK PAHLAWAN
Beri saya sebatang pena
dan secarik kertas ...
semoga kulukis sejarah yang telah meluruh
bersama waktu
Biar ku kuak dan kutelusuri jejak jejak
para pendekar yang harum darahnya
tumpah basahi bumi pertiwi
Lalu ku goreskan kembali
Perjalanan sejarah nan perih
menembus labirin waktu
Temali rajutan kesulitan....
Kejamnya topan rintangan
menghantam sepak terjangmu
Meminta tumbal usaha
Darah, nyawa dan air mata ...
Duhai bunga bangsa ...
Semerbak darahmu masih
Mengalir di sini di bumi pertiwi
Jasa dan teladanmu ....
Bebaskan bangsa dan tanah air
dari angkara murka
Kami aib ....
belum bisa mengisi kemerdekaan ini yang kamu tebus
dengan darah dan nyawamu
Maafkan kami ...
Sekuntum doa
Kami kirim buatmu di taman syurga
Bandung 19-04-2016
Puisi Cintai Negerimu
Telah usang merdeka negeri ini
Lepas dari cengkraman penjajah
Namun nasib rakyat di negeri ini
Belum bisa menikmati artinya merdeka
Sang saka merah putih berkibar
Bagai sayap garuda mengepak
Membelah cakrawala dengan gagahnya
Namun nasib rakyat tak segagah kepakan sayap garuda
Merah darah para pendekar tercecer di negeri ini
Putih tulang para pejuang berantakan ketika merebut kemerdekaan
Hidup atau mati demi kemerdekaan yakni mutlak
Demi negeri ini mereka korbankan dirinya
Namun mengapa sekarang...
Saat kemerdekaan sudah diraih
Kaukorbankan negeri ini untuk pribadi
Dasar penghianat bangsa tak layak kauhidup di negeri ini
Wahai generasi bangsa ...
Mari kita bersihkan negri ini dari para penghianat kemerdekaan
Mari kita lindungi negeri ini dari para koruptor berotak kotor
Agar rakyat mencicipi hakikinya kemerdekaan..
Bandung, 160816
Dalam benak terpahat erat
Semua terbayar lunas
Oleh ribuan jiwa nyawa pahlawan
Dimeterai cucuran air mata dan tetes darah
Gugur melebur sepanjang tanah
Tersemat pada keras kerikil sejarah
Tanah merdeka...
Tak ku melupa Pertiwi berkisah.
Simpony indah mengalun kebebasan.
Menyatu dalam selaksa perbedaan
Merajut anggun pelangi bangsa
Melukis emas pasir pantai saga
Dari timur Lembah Baliem
Melintas Jamrut hijau khatulistiwa
Hingga Bumi Aceh Darussalam
Kini perlahan meruntuh
Anak bangsa kehilangan jatidiri
Menjadi penjarah dan pemarah, penumpah darah bagi sesamanya.
Lupa kacang akan kulitnya.
Lupa dimanakah kaki berpijak.
Merasa paling mempunyai hak
Merubah tatanan harmoni
Menjadi lupa diri
dalam kedok topeng hipokrit
Atas nama bangsa, rakyat, dan kebaikan.
Bahkan kepercayaan agama.
Kuasa Tuhan pun mereka jarah.
Membuat klaim menjadi milik mereka.
Ternyata
Tak lebih bermuara tampuk dan dingklik empuk.
Pada pundi-harta, kuasa dan periuk membesarkan perut.
Kinipun masih berlanjut.
Tanah air dan udara tak lagi ramah.
Pertiwi tersedan menangis
Berjalan merintih sepanjang perjalanan.
Melihat Anak bangsa tlah hilang.
Bangga menjadi bangsa lain...
Di atas tanah merdeka...
Pertiwi masih ingin mendengar
Pekik kebanggan :
Merdeka....!!!
Walau perlahan melunglai maknanya.
Sekali lagi
Pertiwi masih ingin mendengar
Indah megah riuh mengalun
Nyanyian tanah merdeka yang gagah
Dalam kebebasan hakiki
TM | 12082016
@Copenhagen, Back to list title puisi pendekar ↑
PUISI TINTA EMAS YANG TERNODA
Penaku mulai berontak
Imajinasiku terus menuntut
Tangan dan jemariku mulai gelisah
Untuk beraksara mengungkap rasa
Hanya tinggal menghitung hari
Saat-saat bersejarah tiba
Negri, tanah air ku merayakan kemerdekaan
Namun hati terasa tersekat duka
Benarkah kita sudah merdeka'
Coba lihat digubuk-gubuk disana
Lihatlah tangisan bayi yang sakit dan kelaparan
Orang- orang miskin yang tergusur
Di mana pendekar masa kini'
Impian pendekar yang lalu
mengorban jiwa dan raga demi bumi pertiwi
Demi kemakmuran negri dan penerus bangsa
Tinta emas para pendekar dan pejuang
Kini ternoda oleh keserakahan serta kerakusan
MenindÊŒs yang miskin demi ambisi
Mengorban yang lemah untuk kepentingan pribadi
Rumah Langit,11 Agust 2016
Demikianlah kumpulan puisi pahlawan. Simak/baca juga puisi puisi pahlawan yang lain di blog ini. Semoga kata kata puisi ihwal pendekar di atas menghibur dan bermanfaat, Jangan lupa di share puisinya yah... Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya dengan label aneka puisi. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.
Anda sekarang membaca artikel # Kumpulan Puisi Hero Update dengan alamat link https://coincryptofast.blogspot.com/2018/01/kumpulan-puisi-hero-update.html
Judul : # Kumpulan Puisi Hero Update
link : # Kumpulan Puisi Hero Update
# Kumpulan Puisi Hero Update
Kumpulan puisi pahlawan. Ada banyak sekali macam puisi ihwal pendekar yang sering kita jumpai ibarat puisi usaha pahlawan, puisi pendekar tanpa tanda jasa, puisi pendekar tak di kenal pahlawan 10 november beserta pengarangnya dan sebagainya. Dan kali ini puisi yang diupda adalah kumpulan puisi pendekar ,
Sebagaimana pengertian pendekar secara umum seseorang yang dari dirinya menghasilkan sesuatu yang berkualitas bagi bangsa, negara, serta agama dan sanggup di kenang, dalam artian orang yg menonjol lantaran keberaniannya serta pengorbanannya didalam membela kebenaran, atau pejuang yg gagah berani. jadi pendekar bukan hanya yang berjuang untuk meraih kemerdekaan indonesia ketika itu namun pendekar sanggup juga di semat kepada orang yang berjasa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, dan inilah yang jadi tema puisi pendekar pada kesempatan ini.
Dan pada umunya Sifat-sifat pendekar itu banyak macam, ibarat pendekar kemerdekaan pendekar tanda jasa, pendekar pendidikan, dan lain sebagainya, pada dasarnya dari pendekar yakni seseorang yang berani berkorban dan mengabdi tanpa pamrih, hanya untuk kepentingan negara dan orang banyak.
Seseorang yang berjiwa pendekar yakni mereka yang yang mengedepankan kepentingan umum di atas kepentingan langsung atau golongan. beliau seorang yang tidak egois dan tidak mempunyai sifat egois.
# Kumpulan Puisi Bertema Tentang Pahlawan
Puisi puisi ihwal pahlawan, umumnya ihwal usaha lantaran sesungguh, orang yang berjuang itu semua pendekar namun perjuang pun ada banyak sekali macam, semisal usaha untuk hidup, usaha untuk membela negara, dan lain sebagainya, Nah berkaitan dengan kata ihwal pendekar dibawah ini beberapa puisi yang menceritakan ihwal pahlawan, adapun masing masing judul puisinya antara lain.Sembilan koleksi puisi pendekar yang bisa menjadi pola puisi bagai pembaca yang ini menulis puisi ihwal pahlawan, Bagaimana dongeng ihwal phalawan pada sembilan yang diupdate ini, selegkapnya disimak saja berikut ini.
Puisi Karmina Senja
Anda Las
sambal terasi urab kecipir kurang berhati kerap mencibir
Palagan Ambarawa kenangan juang
Pahlawan kita janganlah terbuang
makan bakso di mendung senja
jangan termangu kasih tak jumpa
Ronggolawe, satria gagah berani
ape lu kate, aye nggak ngerti
mendung memang kan hujan
lagi galau diri cari jajanan
AL:05.11.2015
Puisi Kami Menentang
Karya: Penyair Kecil
Kami menentangDarah kami terpanggang
Dalam kesengsaraan, penindasaan serta pembÊŒntaian
Biar luka kami papah hingga tiba kami katakan 'merdeka'
Di hari merdeka nanti, kami ingin meneteskan air mata
Jatuh bersimpah bersama darah kering
Terbungkus do'a yang teramat paling
Dari kami yang menentang
Pada kesengsaraan, penindasan serta pembÊŒntaian
Kami ingin memperlihatkan hormat
Dengan teguh, damai dan hikmat
Kepada teman kami yang wafat
Jauh sebelum mereka bangkit dengan gagah dan hormat
Teruskan perjuangan
Biar darah terpanggang
Sekali menentang
Kami harus melawan
Lawan dan lawan
Tegal, 7 Nov 2015. Back to list title puisi pendekar ↑
Puisi Kubertanya Pada Angin
Karya: Ratu Suryana
Apakah ? Bangsaku sudah hilang rasa
Mentalitasnya hanya peminta-minta
Berkeluh kesah seolah tiada berdaya
Padahal tubuhnya gagah perkasa
Apakah ?
Daya ingatnya tertelan masa hidup hanya mendekap angan semata
Segan untuk berkarya nyata
Hingga semua menjadi siasia
Apakah ?
Bangsaku hanya bisa bicara
Dalam mencari salah untuk mencela
Membahas hanya sebuah wacana
Yang alhasil mendatangkan bencana
Sedang masih banyak ruang hampa
Untuk mereka isi bersama
Agar menghasilkan karya nyata
Apakah ?
Begitu mudahnya terpecah belah
Hanya lantaran hidupnya berkurang indah
Padahal begitu banyak nikmat tercurah
Untuk saling menyebarkan Berkah
Apakah ?
Bangsaku lupa jasa-jasa pahlawan
Dahulu mereka menyeru ' tuk bergandengan tangan
Agar bangsa ini tetap pada kejayaan
Memegang teguh nilai sebuah kemerdekaan
Apakah ?
Kebersamaan harus hancur di tengah jalan
Setelah pendekar berkorban dalam perjuangan
Dan kejayaan menjadi sebuah ke sia-sia an
Apakah ?
Hanya keburukan yang mereka lihat
Hingga selalu menghujat
Dalam pola pikir muslihat
Tanpa ada sedikit pun maslahat
Tiadakah rasa untuk mensyukuri nikmat
Wahai angin....
Betapa banyak pertanyaan
Yang ingin saya sampaikan
Terserak untuk mencari jawaban
Dan sebuah kebangsaan yakni sebuah harapan
Menuju kejayaan
Indonesia raya
Jkt Oktober 2015
PUISI GARUDAKU
Enday Hidayat
tajam mata tikam angkasalepas bebas mencacah waktu
mencotok asa
anyir teratai di telaga puri
yakni mimpi yang tertunda
dari berjuta nestapa
terkam sergap
elang berlagak pejuang
gagak berlagak pahlawan
terbang terbanglah tinggi wahai
garudaku
pantang surut berjibaku
menantang malam
memangsa bulan
tunjukkan pada macan tutul
macan loreng
macan kumbang
ada raja bergelar di angkasa raya
Puisi Kawanku Sedunia
Alfan Arsyad
Kita Kembali memperingati..Hari Pahlawan Bumi Pertiwi..
Mari Berdoa pada sang Ilahi..
Bahagia mereka di Alam Surgawi..
Dalam tangis darah mereka..
Kita bisa #Hidup dengan bahagia.
Dalam Perjuangan mereka kita bisa Merdeka..
Dalam Pengorbanan mereka terlahirnya Nusantara..
Kini Bisakah kita mengisinya..
Majukan Bangsa tunjukan pada Dunia..
Membuktikan apa yang dicita2kan mereka..
Tak sekedar mimpi yang tak pernah menjadi nyata.
Back to list title puisi pendekar ↑
PUISI UNTUK PAHLAWAN
By : Srihan
Beri saya sebatang penadan secarik kertas ...
semoga kulukis sejarah yang telah meluruh
bersama waktu
Biar ku kuak dan kutelusuri jejak jejak
para pendekar yang harum darahnya
tumpah basahi bumi pertiwi
Lalu ku goreskan kembali
Perjalanan sejarah nan perih
menembus labirin waktu
Temali rajutan kesulitan....
Kejamnya topan rintangan
menghantam sepak terjangmu
Meminta tumbal usaha
Darah, nyawa dan air mata ...
Duhai bunga bangsa ...
Semerbak darahmu masih
Mengalir di sini di bumi pertiwi
Jasa dan teladanmu ....
Bebaskan bangsa dan tanah air
dari angkara murka
Kami aib ....
belum bisa mengisi kemerdekaan ini yang kamu tebus
dengan darah dan nyawamu
Maafkan kami ...
Sekuntum doa
Kami kirim buatmu di taman syurga
Bandung 19-04-2016
Puisi Cintai Negerimu
Eyang Jayakusuma
Telah usang merdeka negeri iniLepas dari cengkraman penjajah
Namun nasib rakyat di negeri ini
Belum bisa menikmati artinya merdeka
Sang saka merah putih berkibar
Bagai sayap garuda mengepak
Membelah cakrawala dengan gagahnya
Namun nasib rakyat tak segagah kepakan sayap garuda
Merah darah para pendekar tercecer di negeri ini
Putih tulang para pejuang berantakan ketika merebut kemerdekaan
Hidup atau mati demi kemerdekaan yakni mutlak
Demi negeri ini mereka korbankan dirinya
Namun mengapa sekarang...
Saat kemerdekaan sudah diraih
Kaukorbankan negeri ini untuk pribadi
Dasar penghianat bangsa tak layak kauhidup di negeri ini
Wahai generasi bangsa ...
Mari kita bersihkan negri ini dari para penghianat kemerdekaan
Mari kita lindungi negeri ini dari para koruptor berotak kotor
Agar rakyat mencicipi hakikinya kemerdekaan..
Bandung, 160816
PUISI DI ATAS TANAH MERDEKA
Selalu menempel kuingatDalam benak terpahat erat
Semua terbayar lunas
Oleh ribuan jiwa nyawa pahlawan
Dimeterai cucuran air mata dan tetes darah
Gugur melebur sepanjang tanah
Tersemat pada keras kerikil sejarah
Tanah merdeka...
Tak ku melupa Pertiwi berkisah.
Simpony indah mengalun kebebasan.
Menyatu dalam selaksa perbedaan
Merajut anggun pelangi bangsa
Melukis emas pasir pantai saga
Dari timur Lembah Baliem
Melintas Jamrut hijau khatulistiwa
Hingga Bumi Aceh Darussalam
Kini perlahan meruntuh
Anak bangsa kehilangan jatidiri
Menjadi penjarah dan pemarah, penumpah darah bagi sesamanya.
Lupa kacang akan kulitnya.
Lupa dimanakah kaki berpijak.
Merasa paling mempunyai hak
Merubah tatanan harmoni
Menjadi lupa diri
dalam kedok topeng hipokrit
Atas nama bangsa, rakyat, dan kebaikan.
Bahkan kepercayaan agama.
Kuasa Tuhan pun mereka jarah.
Membuat klaim menjadi milik mereka.
Ternyata
Tak lebih bermuara tampuk dan dingklik empuk.
Pada pundi-harta, kuasa dan periuk membesarkan perut.
Kinipun masih berlanjut.
Tanah air dan udara tak lagi ramah.
Pertiwi tersedan menangis
Berjalan merintih sepanjang perjalanan.
Melihat Anak bangsa tlah hilang.
Bangga menjadi bangsa lain...
Di atas tanah merdeka...
Pertiwi masih ingin mendengar
Pekik kebanggan :
Merdeka....!!!
Walau perlahan melunglai maknanya.
Sekali lagi
Pertiwi masih ingin mendengar
Indah megah riuh mengalun
Nyanyian tanah merdeka yang gagah
Dalam kebebasan hakiki
TM | 12082016
@Copenhagen, Back to list title puisi pendekar ↑
PUISI TINTA EMAS YANG TERNODA
Kry : Badai Utara
Penaku mulai berontakImajinasiku terus menuntut
Tangan dan jemariku mulai gelisah
Untuk beraksara mengungkap rasa
Hanya tinggal menghitung hari
Saat-saat bersejarah tiba
Negri, tanah air ku merayakan kemerdekaan
Namun hati terasa tersekat duka
Benarkah kita sudah merdeka'
Coba lihat digubuk-gubuk disana
Lihatlah tangisan bayi yang sakit dan kelaparan
Orang- orang miskin yang tergusur
Di mana pendekar masa kini'
Impian pendekar yang lalu
mengorban jiwa dan raga demi bumi pertiwi
Demi kemakmuran negri dan penerus bangsa
Tinta emas para pendekar dan pejuang
Kini ternoda oleh keserakahan serta kerakusan
MenindÊŒs yang miskin demi ambisi
Mengorban yang lemah untuk kepentingan pribadi
Rumah Langit,11 Agust 2016
Demikianlah kumpulan puisi pahlawan. Simak/baca juga puisi puisi pahlawan yang lain di blog ini. Semoga kata kata puisi ihwal pendekar di atas menghibur dan bermanfaat, Jangan lupa di share puisinya yah... Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya dengan label aneka puisi. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.
Demikianlah Artikel # Kumpulan Puisi Hero Update
Sekianlah artikel # Kumpulan Puisi Hero Update kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.
Anda sekarang membaca artikel # Kumpulan Puisi Hero Update dengan alamat link https://coincryptofast.blogspot.com/2018/01/kumpulan-puisi-hero-update.html
Belum ada Komentar untuk "# Kumpulan Puisi Hero Update"
Posting Komentar