Puisi Rindu Akan Kasih Sayang Ibu Dan Ayah
Puisi Rindu Akan Kasih Sayang Ibu Dan Ayah - Hallo sahabat coincryptogratis, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Puisi Rindu Akan Kasih Sayang Ibu Dan Ayah, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan
Artikel Puisi-Ibu-Dan-Ayah, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.
Judul : Puisi Rindu Akan Kasih Sayang Ibu Dan Ayah
link : Puisi Rindu Akan Kasih Sayang Ibu Dan Ayah
Dan puisi rindu akan kasih sayang Ibu dan ayah merupakan puisi kerinduan pada ibu dan ayah yang telah berjuang demi anak jadi puisi ibu dan ayah sebagai puisi terima kasih ibu dan ayah, walau tak sebanding dengan segala yang dilakukan kepada kita sebagai anak, sehingga menjadi menyerupai sekarang, namun paling tidak, lewat puisi sanggup mengabdikan rasa terima kasih untuk ibu dan ayah kita.
MAMA
Jatuh airmataku pecah diatas tanah malam yang sepi
Sedih, menjerit jiwa menahan rindu yang menyayat hati
Wajah yang tergambar disela langkah kaki
Wajah yang tak pernah putus untuk saya cintai
Mama...dalam semilir bayu saya mengecupmu
Dalam tabir purnama doaku mengerucut akanmu
Semoga kamu sehat dan besar lengan berkuasa menyerupai dikala itu
Saat saya beranjak pergi mengejar masa depanku
Mama...aku merindukanmu kini
Tak bisa kusembunyikan sedihku salam tawa diri
Ingin saya menangis memecah sunyi
Hingga terurai rasa yang tertahan hati
Mama...aku rindu belaian tanganmu
Aku rindu tidur dalam pangkuanmu
Aku rindu makan dengan suapanmu
Aku rindu marahmu saatku bandel dulu
Mama...tak pernah bisa air samudra menuliskan rasa
Tak muat dunia untuk kasih yang kamu punya
Sembilan bulan saya bersemayam dalam raga
Iklas dan ikhlas kamu menderita
Mama...ingin kucium kakimu yang pecah menginjak dunia
Ingin ku dekap tanganmu yang bernafsu menggenggam asa
Ingin kudekap tubuhmu yang renta tergerus masa
Dan ingin kugendong dirimu menyerupai dikala ku balita
Mama...doamu tak pernah putus oleh waktu
Siang dan malammu kamu ukir untuk bahagiaku
Tak bisa saya membalas setitik saja kasihmu
Aku anakmu hanya berusaha berbakti padamu
Oh...tuhan.....
Dalam tenang malam kudoakan
Semoga kamu berkahi mamaku dalam kesehatan
Simpuh sujudku untuk pengharapan
Semoga mama sehat dan bahagian disebrang lautan...
Mama.....aku akan datang
Saat esok tiba tiba siang
Tak perduli luas samudra membentang
Rinduku tak terbendung melihatmu riang......
Mama...aku rindu
Rindu kasih ibu
IBU
Ibu,....
Sembilan engkau mengandungku
Dalam kasih dan tulusmu saya tumbuh
Hingga tiba dikala bagiku
Engkau pertaruhkan nyawa untuk hidupku
Ibu.....
Dari tangan kasih sayangmu saya besar
Sakit dan tangisku membuatmu gusar
Ada senang yang tersungging indah
Saat kamu menatap kecilku tertawa
Ibu....
Kini dirimu berangsur tua
Kulit ragamu tak lagi menyerupai semula
Namun senyummu tetaplah sama
Indah mewarna menetramkan jiwa
Ibu....
kini saya telah dewÊŒsa
Waktu dan perhatianku kini tak lagi sama
Dunia telah menyita sebagian sapa
Namun saya tetap anak kecilmu yang manja
Ibu....
Tak banyak yang bisa kuberi untuk bahagiamu
Jasamu tak terbalaskan akan langkah hidupku
Hanya doa dan bakti yang saya beri
Sedikit untuk membalas jasa diri
Ibu....
Kadang dunia membuatku luka
Kadang dunia menyita bahagia
Kadang juga dunia membuatku putus asa
Namun karnamu saya harus merasa bisa
Ibu....
Aku merindukan pangkuan kasihmu
Aku merindukan doa yang mengantar lelapku
Aku rindu tangan lembut yang membelaiku
Dan saya merasa nyaman ada didekatmu
Ibu....
Kadang kataku menyakitimu
Kadang sikapku mengecewakanmu
Maafkan saya yang kadang menoreh luka hatimu
Aku tetaplah anak kecilmu yang dulu
Ibu....
Engkaulah sosok malaikat tak bersayap
Kasihmu leburkan keras dunia yang kudekap
Tak lekang kasih yang kamu beri
Meski kini usia menggerus diri
Selamat malam ibu...
Semoga senang selalu mendekapmu
Semoga umur dan kesehatan tersemat ragamu
Hingga ku bisa membuatmu menangis haru
Dan melihatku meraih citaku
Ibu.....
Waktu memisahkan jarak akanmu
Namun hatiku selalu mendekap kasihmu
Serpihan doa kuurai dalam semilir bayu
Sebagai pengurai besarnya rasa rindu
AYAH
Ayah
Aku merindukanmu
Engkaulah panutan langkahku
Engkaulah lentera dalam hidupku
Karnamu kini saya menjadi lelaki tangguh
Ayah
Lihatlah saya yang kini ada
Tak lagi kecil kini kudewÊŒsa
Sama sepertimu kini kumenjadi ayah
Atas anak-anakku tercinta
Ayah
Aku memandangmu tersenyum indah
Dibalik tirai cakrawala senja
Memandang diriku kini penuh bangga
Dalam duniamu disurga sana
Ayah
Dalam ragaku mengalir darahmu
Dalam jantungku berdetak jantungmu
Mungkin hanya ragamu yang telah berlalu
Jiwamu masih bersatu dalam jiwaku
Ayah
Kini saya mengerti akan arti tetes peluh
Yang terkuras untuk keluargamu
Tak lelah kamu kuras tenaga
Demi orang tercinta bahagia
Ayah
Pesanmu akan selalu kuingat
Akan tanggung jawab yang tersemat
Harapanmupun masih tersirat
Mengharapku tumbuh menjadi lelaki hebat
Demikianlah puisi ibu dan ayah dengan tema puisi rindu akan kasih sayang Ibu dan Ayah. Simak/baca juga puisi ayah dan ibu yang lain di blog ini, agar tiga puisi untuk kedua orang tuan diatas sanggup menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa pada tema puisi ibu dan puisi ayah selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.
Anda sekarang membaca artikel Puisi Rindu Akan Kasih Sayang Ibu Dan Ayah dengan alamat link https://coincryptofast.blogspot.com/2018/01/puisi-rindu-akan-kasih-sayang-ibu-dan.html
Judul : Puisi Rindu Akan Kasih Sayang Ibu Dan Ayah
link : Puisi Rindu Akan Kasih Sayang Ibu Dan Ayah
Puisi Rindu Akan Kasih Sayang Ibu Dan Ayah
Puisi rindu akan kasih sayang Ibu dan Ayah. Puisi perihal kedua orang renta kali ini ialah puisi ibu dan puisi ayah, yang mana pengorbonan ia dalam kehidupan kita tak akan pernah sanggup di ungkapkan kalau hanya dengan kata-kata apalagi hanya dalam bentuk puisi akan tetapi, paling dengan menulis puisi ibu dan puisi ayah, kata kata perihal ayah dan kata kata ibu sanggup sebagai penghargaan dari seorang anak kepada kedua orang tuanya.Dan puisi rindu akan kasih sayang Ibu dan ayah merupakan puisi kerinduan pada ibu dan ayah yang telah berjuang demi anak jadi puisi ibu dan ayah sebagai puisi terima kasih ibu dan ayah, walau tak sebanding dengan segala yang dilakukan kepada kita sebagai anak, sehingga menjadi menyerupai sekarang, namun paling tidak, lewat puisi sanggup mengabdikan rasa terima kasih untuk ibu dan ayah kita.

Puisi Rindu Akan Kasih Sayang Ibu dan Ayah
Kasih sayang ibu dan ayah sungguh mulia mereka berjuangan merawat dan membesarkan anak-anaknya, tanpa mengeluh demi anak-anaknya. adapaun masing masing judul puisi dengan tema puisi rindu akan kasih sayang Ibu dan ayah antara lain:- Puisi Mama
- Puisi Ibu
- Puisi Ayah
MAMA
Oleh: bagus/steven james
Jatuh airmataku pecah diatas tanah malam yang sepiSedih, menjerit jiwa menahan rindu yang menyayat hati
Wajah yang tergambar disela langkah kaki
Wajah yang tak pernah putus untuk saya cintai
Mama...dalam semilir bayu saya mengecupmu
Dalam tabir purnama doaku mengerucut akanmu
Semoga kamu sehat dan besar lengan berkuasa menyerupai dikala itu
Saat saya beranjak pergi mengejar masa depanku
Mama...aku merindukanmu kini
Tak bisa kusembunyikan sedihku salam tawa diri
Ingin saya menangis memecah sunyi
Hingga terurai rasa yang tertahan hati
Mama...aku rindu belaian tanganmu
Aku rindu tidur dalam pangkuanmu
Aku rindu makan dengan suapanmu
Aku rindu marahmu saatku bandel dulu
Mama...tak pernah bisa air samudra menuliskan rasa
Tak muat dunia untuk kasih yang kamu punya
Sembilan bulan saya bersemayam dalam raga
Iklas dan ikhlas kamu menderita
Mama...ingin kucium kakimu yang pecah menginjak dunia
Ingin ku dekap tanganmu yang bernafsu menggenggam asa
Ingin kudekap tubuhmu yang renta tergerus masa
Dan ingin kugendong dirimu menyerupai dikala ku balita
Mama...doamu tak pernah putus oleh waktu
Siang dan malammu kamu ukir untuk bahagiaku
Tak bisa saya membalas setitik saja kasihmu
Aku anakmu hanya berusaha berbakti padamu
Oh...tuhan.....
Dalam tenang malam kudoakan
Semoga kamu berkahi mamaku dalam kesehatan
Simpuh sujudku untuk pengharapan
Semoga mama sehat dan bahagian disebrang lautan...
Mama.....aku akan datang
Saat esok tiba tiba siang
Tak perduli luas samudra membentang
Rinduku tak terbendung melihatmu riang......
Mama...aku rindu
Rindu kasih ibu
IBU
Karya : Bagus Satriyo Taper Lovererna
Ibu,....Sembilan engkau mengandungku
Dalam kasih dan tulusmu saya tumbuh
Hingga tiba dikala bagiku
Engkau pertaruhkan nyawa untuk hidupku
Ibu.....
Dari tangan kasih sayangmu saya besar
Sakit dan tangisku membuatmu gusar
Ada senang yang tersungging indah
Saat kamu menatap kecilku tertawa
Ibu....
Kini dirimu berangsur tua
Kulit ragamu tak lagi menyerupai semula
Namun senyummu tetaplah sama
Indah mewarna menetramkan jiwa
Ibu....
kini saya telah dewÊŒsa
Waktu dan perhatianku kini tak lagi sama
Dunia telah menyita sebagian sapa
Namun saya tetap anak kecilmu yang manja
Ibu....
Tak banyak yang bisa kuberi untuk bahagiamu
Jasamu tak terbalaskan akan langkah hidupku
Hanya doa dan bakti yang saya beri
Sedikit untuk membalas jasa diri
Ibu....
Kadang dunia membuatku luka
Kadang dunia menyita bahagia
Kadang juga dunia membuatku putus asa
Namun karnamu saya harus merasa bisa
Ibu....
Aku merindukan pangkuan kasihmu
Aku merindukan doa yang mengantar lelapku
Aku rindu tangan lembut yang membelaiku
Dan saya merasa nyaman ada didekatmu
Ibu....
Kadang kataku menyakitimu
Kadang sikapku mengecewakanmu
Maafkan saya yang kadang menoreh luka hatimu
Aku tetaplah anak kecilmu yang dulu
Ibu....
Engkaulah sosok malaikat tak bersayap
Kasihmu leburkan keras dunia yang kudekap
Tak lekang kasih yang kamu beri
Meski kini usia menggerus diri
Selamat malam ibu...
Semoga senang selalu mendekapmu
Semoga umur dan kesehatan tersemat ragamu
Hingga ku bisa membuatmu menangis haru
Dan melihatku meraih citaku
Ibu.....
Waktu memisahkan jarak akanmu
Namun hatiku selalu mendekap kasihmu
Serpihan doa kuurai dalam semilir bayu
Sebagai pengurai besarnya rasa rindu
AYAH
Oleh.Bagus Satriyo Taper Lovererna
AyahAku merindukanmu
Engkaulah panutan langkahku
Engkaulah lentera dalam hidupku
Karnamu kini saya menjadi lelaki tangguh
Ayah
Lihatlah saya yang kini ada
Tak lagi kecil kini kudewÊŒsa
Sama sepertimu kini kumenjadi ayah
Atas anak-anakku tercinta
Ayah
Aku memandangmu tersenyum indah
Dibalik tirai cakrawala senja
Memandang diriku kini penuh bangga
Dalam duniamu disurga sana
Ayah
Dalam ragaku mengalir darahmu
Dalam jantungku berdetak jantungmu
Mungkin hanya ragamu yang telah berlalu
Jiwamu masih bersatu dalam jiwaku
Ayah
Kini saya mengerti akan arti tetes peluh
Yang terkuras untuk keluargamu
Tak lelah kamu kuras tenaga
Demi orang tercinta bahagia
Ayah
Pesanmu akan selalu kuingat
Akan tanggung jawab yang tersemat
Harapanmupun masih tersirat
Mengharapku tumbuh menjadi lelaki hebat
Demikianlah puisi ibu dan ayah dengan tema puisi rindu akan kasih sayang Ibu dan Ayah. Simak/baca juga puisi ayah dan ibu yang lain di blog ini, agar tiga puisi untuk kedua orang tuan diatas sanggup menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa pada tema puisi ibu dan puisi ayah selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.
Demikianlah Artikel Puisi Rindu Akan Kasih Sayang Ibu Dan Ayah
Sekianlah artikel Puisi Rindu Akan Kasih Sayang Ibu Dan Ayah kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.
Anda sekarang membaca artikel Puisi Rindu Akan Kasih Sayang Ibu Dan Ayah dengan alamat link https://coincryptofast.blogspot.com/2018/01/puisi-rindu-akan-kasih-sayang-ibu-dan.html
Belum ada Komentar untuk "Puisi Rindu Akan Kasih Sayang Ibu Dan Ayah"
Posting Komentar